4 Fakta Yang Membuat Kami Tidak Takut (malaysia)
(Neruske tulisan sakdurunge) Bukan sok-sokan nulis hubungan Malaysia dan Indonesia, saya (Abid) sebagai Warga Negara Indonesia yang sudah lama tidak hormat pada merah putih merasa terpanggil. Harga diri sebagai Warga Negara terinjak oleh tetangga yang selama ini kita anggap adik kecil. Dulu kita anggap perlakuan Malaysia adalah perlakuan adik kecil yang memegang kepala kakanya, dianggap lucu dan dibiarkan saja. Lama-lama kita tahu ternyata maksud adik kecil itu adalah njegug ndas bukan hanya pegang kepala kita.

4 Kelakuan Malaysia Sing Ngguilani
Malaysia, negara kecil yang ternyata justru bisa memperlihatkan kepada dunia dan rakyat Indonesia sendiri betapa kecil dan pengecutnya negara ini. Negara yang dalam sejarah politik abad 20-21 jauh berada dibelakang Indonesia, namun pada kenyataannya bisa mempecundangi negara pengagas GNB & anggota G-20. hebat, luar biasa!
Transkrip Pidato Bung Tomo 10 November 1945
Bismillahiromannirrohim
Merdeka..!!
Sodara-sodara..! rakyat jelata diseluruh Indonesia, terutama sodara-sodara penduduk kota Surabaya.
Kita semuanya telah mengetahui, bahwa hari ini tentara inggris telah menyebarken pamflet-pamflet yang memberiken suatu ancaman kepada kita semua. Kita diwajibken untuk dalam waktu yang mereka tentuken, menyerahken senjata-senjata yang telah kita rebut dari tangannya tentara jepang. Mereka telah minta supaya kita datang pada mereka itudengan mengangkat tangan. Baca lanjutannya
Kapan Terakhir Anda Hormat Pada Merah Putih?
Diskusi di LSI (Langgar Sawo Ijo) tadi siang berlangsung gayeng, tema yang dibicarakannya pun tak jauh dari isu kepemudaan (kan hari ini hari sumpah pemuda). Mulai dari isu pengangguran pemuda, isu pemuda di pilkada Ngawi, sampai isu pemuda dan nasionalisme.

Indonesia Raya VS Negaraku
Satu lagi hinaan warga malingsia dengan memplesetkan Lagu Kebangsaan dan Kebanggaan Bangsa Indonesia “Indonesia Raya”, “Indonesia tanah cairku, tanah tumpah muntahku dst..” Kutipan berikut adalah kutipan lirik lagu Indonesia Raya, yang diplesetkan warga malingsia dengan penghinaan terhadap Indonesia.
Bahkan ada beberapa kata yang lebih menyakitkan seperti negeri miskin, Indon, dsb yang secara emosi berusaha mengacak-acak dan menginjak-injak harga diri kita bangsa Indonesia sebagai sebuah negara.








