Kebutuhan Dan Keinginan

Dua kata yang dalam pelaksanaannya tidak beda tapi sama sekali tidak sama makna dan artinya. Seringkali tanpa sadar kita melakukan sesuatu tanpa tahu apakah itu satu kebutuhan atau hanya sekedar keinginan. Untuk keberlangsungan hidup, kebutuhan manusia digolongkan dua jenis, kebutuhan biologis yang masuk dalam kategori primer dan kebutuhan psikologis yang masuk kategori sekunder.

Kebutuhan Dan Keinginan

Kebutuhan biologis adalah sesuatu yang dilakukan untuk keberlangsungan hidup, seperti makan dan minum. Maka kebutuhan biologis mutlak harus dilakukan dan diperoleh semua manusia. Sedangkan kebutuhan psikologis merupakan kebutuhan hidup yang hanya bisa dirasakan, seperti aman dan nyaman. Jadi kebutuhan psikologis adalah sesuatu yang hanya bisa dilakukan dan diperoleh jika kebutuhan bilogis terpenuhi.

Berbeda dengan kebutuhan, keinginan cenderung tanpa ada batasannya. Contoh, dengan hanya makan 3 piring nasi kita bisa memenuhi 2500 kalori yang dbutuhkan tubuh per-harinya. Tapi kadang tanpa sadar kita masih menambah konsumsi makananan (cemilan) yang sebenarnya tubuh tidak tidak memerlukan lagi. Lah ini yang disebut keinginan, karena tanpa makan cemilanpun, kalori yang diperlukan tubuh kita sudah cukup.

Begitu juga dengan Mega Proyek GOR, yang rancananya tahun ini dilaksanakan bukan merupakan kebutuhan warga Ngawi pada umumnya, karena mungkin hanya segelintir orang yang akan dan bisa memanfaatkannya. Alangkah lebih manfaat dana 50 milyard tersebut digunakan untuk pembangunan dan perbaikan infrastruktur jalan yang ada dikabupaten Ngawi yang merupakan hajat serta kebutuhan orang banyak. Jadilah pendekar rakyat jangan jadi pecundang rakyat.

Contoh lagi, kebutuhan transportasi. Sebenarnya sudah cukup dengan hanya memakai Sepeda Motor Supra X125, (Injeksi Irit Harga Terbaik Cuma Honda) yang bisa melaju 120KM/jam, tapi tak jarang orang membeli sepeda motor ber-CC besar yang bisa melaju dengan kecepatan 150KM/jam, dan tentunya dengan harga dan perawatan yang lebih tinggi. Padahal dalam kenyataanya kita tidak pernah menggunakan atau mengendarai dengan kecepatan 150Km/jam. (sambil iklan)

Jadi ada baiknya sebelum melakukan sesuatu, kita pertimbangkan apakah hal itu masuk kebutuhan atau keinginan. Kebutuhan kita sebenarnya apa? selebihnya adalah keinginan, dan perlu diingat bahwa keinginan cenderung tidak ada batasnya. sudah punya rumah punya keinginan vila. sudah punya vila di sarangan ingin punya vila di batu begitu dan begit seterunya. Sudah punya anak dua ingin anak ketiga. sudah punya istri satu pengin istri kedua SATU SAJA. (takut dibaca istri)

Catatan :
  1. Jika anda suka artikel ini, silakan share ke teman-teman anda di FACEBOOK. Cukup dengan mengKlik link ini saja.
  2. Dan jika diinginkan artikel ini boleh dicopy paste, karena blog ini penganut aliran BEBAS COPY PASTE

Katakan yang anda pikirkan

Beritahukan apa pendapatmu...
Saya merasa senang jika kamu tulis pendapat tentang tulisan diatas