Mengapa Harus Obama?

Obama, Kemenangan Hapus Diskriminasi

Kemenangan Barack Obama dalam pilpres di Amerika Serikat tidak hanya disambut dan disyukuri di negeri adikuasa itu sendiri. Tampaknya, dunia pun ikut bersorak gembira. Barack Obama menorehkan namanya dalam sejarah sebagai presiden kulit berwarna pertama AS.

Namun, saya kira, bukan karena ini benar, dunia menyambut gembira kemenangan Obama.

Saya kira, kegembiraan dunia itu lebih merupakan ekspresi lega. Dunia selama ini demam berat, sulit tidur, akibat pemimpin-negara-paling-kuasa-nya sakit seperti kerasukan hantu hutan.

Seperti diketahui, George W. Bush, yang -entah bagaimana bisa- dua priode menjadi presiden, arogansinya telah melahirkan atau menyuburkan dendam dan kebencian di mana-mana. Sikap ngawurnya telah mengembangbiakkan terorisme dunia.

Tidak usah jauh-jauh. Tanyakanlah kepada para “pejuang agama” atau mujahidin kontemporer di negeri kita ini, mengapa mereka begitu menggebu-gebu meneriakkan “Allahu Akbar!“, siap mengasah pedang dan mati syahid. Tanyakan kepada Amrozi cs, mengapa tertarik ikut latihan militer di Afghanistan dan dengan cengengesan melecehkan kematian di negerinya sendiri? Tanyakan kepada mereka yang bersimpati kepada Trio Bom Bali itu. Sebelum hati kecil mereka menjawab, insya Allah akan melintas terlebih dahulu dalam benak mereka wajah “kafir paling kafir“: si Bush dan Amerikanya.

Selama ini Amerika Serikat khususnya di bawah kepemimpinan Bush telah membuat pergaulan dunia tidak nyaman. Akibat kengawurannya tidak hanya dirasakan oleh mereka yang langsung terlalimi seperti di Iraq dan Afghanistan, tapi berdampak global dan menyangkut banyak aspek.

Dari sudut “akidah“, misalnya, kebijakan pemerintah Amerika yang tidak bijak selama ini minimal telah memperkukuh “iman” orang-orang muslim lugu akan adanya kekuatan besar yang memusuhi Islam. Amerika dan sekutunya adalah kafir-kafir besar yang sengaja akan menghancurkan Islam; maka harus diperangi. Celakanya lagi, karena keluguan mereka, setiap orang yang tidak ikut mengimani itu atau tidak setuju dengan mereka, dianggap antek Amerika yang harus diperangi juga.

Demikianlah para pemilih di negara besar yang baru tuntas menghapus diskriminasi rasial tahun 1970 itu akhirnya memilih Barack Hussein Obama II untuk menjadi presiden ke-44 AS, menggantikan si Raja Teror George W. Bush. Dunia pun lega. Setidak-tidaknya, mimpi buruk bersama cowboy mendem George W. Bush sudah berakhir.

Tinggallah harapan dunia pada Obama. Apakah Obama benar-benar bisa mewujudkan ”perubahan” yang selama ini ia canangkan. Perubahan yang tidak hanya dirasakan manfaatnya oleh rakyat Amerika, tetapi juga oleh masyarakat dunia. Setidaknya, kengawuran di masa Bush bisa berubah menjadi akal sehat dan keadilan. Arogansi dan keangkuhan adidaya berubah menjadi ketawadukan dan kearifan. Kecurigaan dan kebencian berubah menjadi kepercayaan dan kasih sayang. Pengaruh buruk berubah menjadi pengaruh baik. Semangat perang berubah menjadi semangat damai. Syukur panas dunia bisa berubah menjadi kesejukan.

Semoga.!!

Oleh A. Mustofa Bisri diambil dari jawa pos

Posting yang berhubungan

  • Jeritan Dari Bantar Gebang
    Bantar Gebang. Saat posting kali ini semua stasiun TV menyiarkan secara langsung kegitan dibantar gebang, tempat pembuangan sampah DKI di daerah Bekasi pada bulan Mei 2009 ini punya kontribusi terhada...
  • Kapan Terakhir Anda Hormat Pada Merah Putih?
    Diskusi di LSI (Langgar Sawo Ijo) tadi siang berlangsung gayeng, tema yang dibicarakannya pun tak jauh dari isu kepemudaan (kan hari ini hari sumpah pemuda). Mulai dari isu pengangguran pemuda, isu pe...
  • 8 Anggota DPR RI dari Dapil VII JATIM
    Selesai sudah hingar bingar rangkaian pemilu 2009, mulai dari pemilihan legislatif, pilpress, pelantikan Dewan Perwakilan Rakyat, sampai pelantikan presiden dan para menterinya. Meski disana-sini masi...
  • Edisi Romadlon 3
    PUASA dan TAQWA Puasa diwajibkan atas kita orang-orang yang beriman. Kita yang telah berikrar lahir-batin bahwa tiada Tuhan kecuali Allah dan Nabi Muhammad SAW utusan Allah. Sebagai hamba Allah SWT...
  • Edhie Baskoro Yudhoyono
    Setelah kmaren saya coba tembak keyword “EDDY BASKORO YUDHOYONO“, pake “DY”. kali ini saya nyoba dengan keyword “EDHIE BASKORO YUDHOYONO” pake “HIE”. Bukannya memanfaatkan kebesaran baliho dan spanduk...
NB :

Katakan yang anda pikirkan

Beritahukan apa pendapatmu...
Saya merasa senang jika kamu tulis pendapat tentang tulisan diatas