<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>JAUHDIMATA &#187; bbm</title>
	<atom:link href="http://jauhdimata.com/tag/bbm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://jauhdimata.com</link>
	<description>Blogger Ngawi</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Sep 2010 13:28:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
		<item>
		<title>BBM Turun (sedih atau senang?)</title>
		<link>http://jauhdimata.com/bbm-turun-sedih-atau-senang</link>
		<comments>http://jauhdimata.com/bbm-turun-sedih-atau-senang#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 18 Aug 2009 09:37:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>JAUHDIMATA</dc:creator>
				<category><![CDATA[blogging]]></category>
		<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalisme]]></category>
		<category><![CDATA[ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[nasionalis]]></category>
		<category><![CDATA[sby]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jauhdimata.com/bbm-turun-sedih-atau-senang</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa hari ini males banget, blogwalking, koment-koment, atau apapun yang berkaitan dengan dunia blgger, nggak tau kenapa? tapi begitu baca berita dari detik, waduh jadi senang sedih juga. Daripada ngganjel neng ati yowes tak tulis wae. “BBM turun“, baru kali ini ada pemerintahan (pasca reformasi) Indonesia yang berani menurunkan harga BBM, trus mengapa saya jadi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: left;">Beberapa hari ini males banget, blogwalking, koment-koment, atau apapun yang berkaitan dengan dunia blgger, nggak tau kenapa? tapi begitu baca berita dari <a href="http://www.detiknews.com/read/2008/10/28/154244/1027289/10/sby-hindari-nuansa-politis-dalam-penurunan-harga-bbm">detik</a>, waduh jadi <span style="text-decoration: line-through;">senang</span> sedih juga. Daripada  ngganjel neng ati yowes tak tulis wae.</p>
<p style="text-align: left;">“<strong>BBM turun</strong>“, baru kali ini ada pemerintahan (pasca reformasi) Indonesia yang <span style="text-decoration: line-through;">berani</span> menurunkan harga BBM, trus mengapa saya jadi trenyuh, sedih?</p>
<p style="text-align: left;"><span id="more-318"></span>Lawong harga BBM turun kok malah sedih, memangnya kamu punya POM bensin? apa kamu punya perusahaan minyak?<br />
Jawabannya <strong>TIDAK-TIDAK</strong> dan <strong>TIDAK</strong> *huruf besar*.</p>
<p style="text-align: left;">Yang saya sedihkan, mengapa pemerintah kayak tidak punya alasan kuat waktu <a href="../bbm-di-angkring-an">menaikkan BBM,</a> sehingga baru beberapa bulan BBM sudah turun lagi, padahal dulu alasannya demi kebaikan ekonomi indonesia secara keseluruhan. Sekarang ekonomi belum pulih sudah diturunkan lagi. jadi kesannya pemerintah <span style="text-decoration: line-through;">mencla-mencle</span> kurang tegas.</p>
<p style="text-align: left;">Harga minyak dunia yang turun menjadi 93 USD per bare. Alasan itu tidak diterima masyarakat kecil. yang pasti menurut masyarakat ya <span style="text-decoration: line-through;"> mencla-mencle</span> kurang tegas.</p>
<p style="text-align: left;">Seharusnya dulu pemerintah mengkaji lebih dalam bagaimana kebijakan itu akan diberlakukan, sehingga menjadi “kebijakan yang bijak”, bukan menjadi sebaliknya “kebijakan yang tidak bijak”.</p>
<p style="text-align: left;">Bukannya tidak senang dengan harga BBM diturunkan,<br />
tapi, apakah dengan diturunkannya harga BBM dijamin harga barang lain juga turun?</p>
<p style="text-align: left;">Bukannya tidak senang dengan harga BBM diturunkan,<br />
tapi, apakah dengan diturunkannya harga BBM dijamin hutang luar negri dapat terbayar?</p>
<p style="text-align: left;">Bukannya tidak senang dengan harga BBM diturunkan,<br />
apakah warga negara indonesia merasa malu dengan keadaan yeng demikian itu?</p>
<p style="text-align: left;">Sebenarnya bukan sedih, tapi pie yo? gregetan kali ya…<br />
Kemaren dibisiki secara halus tidak digubris.<br />
Saiki sudah mulai tenang di ubek-ubek maneh.</p>
<p style="text-align: left;">Kemaren <a href="../bbm-di-angkring-an" target="_blank">disambati</a> pada tidak dengar.<br />
Sekarang mulai anteng diogrek-ogrek.</p>
<p style="text-align: left;">Kemaren <a href="../bbm-di-angkring-an" target="_blank">didemo-demo</a> malah ngilang<br />
Sekarang mulai jenjem diobrak-abrik.</p>
<p style="text-align: left;">alah mbohlah…<br />
setuju ra setuju paling yo raono artine.<br />
sipenteng…<br />
jongasi indonesaku iki congkrah !<br />
jongasi indonesaku iki bubrah  !<br />
jongasi indonesaku iki crah !<br />
opomaneh berdarah…</p>
<p style="text-align: left;">apa ada <a href="http://id.wordpress.com/tag/pilpres-2009/" target="_blank">agenda 2009</a><a href="http://id.wordpress.com/tag/pilpres-2009/" target="_blank">?</a><br />
apa ada <a href="http://id.wordpress.com/tag/pilpres-2009/" target="_blank">misi 2009</a><a href="http://id.wordpress.com/tag/pilpres-2009/" target="_blank">?</a><br />
apa ada <a href="http://id.wordpress.com/tag/pilpres-2009/" target="_blank">maksud 2009</a>?</p>
<p style="text-align: left;">alah mbohlah…<br />
BBM sakpiro wae regane sipenting iso do tuku<br />
Dolar piro wae sipenting sek do mangan beras sego</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jauhdimata.com/bbm-turun-sedih-atau-senang/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>BBM di angkring-an Pak-To</title>
		<link>http://jauhdimata.com/bbm-di-angkring-an</link>
		<comments>http://jauhdimata.com/bbm-di-angkring-an#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 May 2008 18:52:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>jauhdimata</dc:creator>
				<category><![CDATA[harian]]></category>
		<category><![CDATA[pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[angkringan]]></category>
		<category><![CDATA[bbm]]></category>
		<category><![CDATA[sosial]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://jauhdimata.wordpress.com/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[Malam ini ng-angkring di pak-to depan diknas, menu khas angkringan yang beratapkan terpal warna biru ini, sama persis dengan angkring jogja, ada ceker, ndas godog, gorengan, ndok sunduk, dan &#8220;yang paling khas&#8221; adalah sego kucing. Seperti biasa, tanpa dipesan si-su istrine pak-to ngracikno josua untuk aku. tak lupa 2 bungkus sego kucing tak dadikno siji, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">Malam ini ng-angkring di pak-to depan diknas, menu khas angkringan yang beratapkan terpal warna biru ini, sama persis dengan angkring jogja, ada ceker, ndas godog, gorengan, ndok sunduk, dan &#8220;yang paling khas&#8221; adalah sego kucing. Seperti biasa, tanpa dipesan si-su istrine pak-to ngracikno josua untuk aku. tak lupa 2 bungkus sego kucing tak dadikno siji, langsung tak sikat.</p>
<p style="text-align:justify;">Suasana angkring agak sepi, cuman orang tiga. Aku, matts dan seorang lelaki berusia sekitar empat puluh tahun-an, yang ikut duduk di bangku panjang angkringan ini. Tidak tahu persis apa saja yang dimakan oleh si lelaki. Yang jelas, dia tidak makan sego kucing. Sakjane tak suka aku memperhatikan urusan makan orang lain, apalagi orang tak dikenal.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-150"></span>Rasa penasaran terhadap laki-laki itu muncul begitu kuat saat total-an dengan pak-to.</p>
<p style="text-align:justify;">“gorengane pintenan mas?“, tanya laki-laki itu.<br />
“limangatusan pak“, jawab pak-to sembari menata dagangannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Lelaki tua mengeluarkan beberapa uang receh untuk membayar dua gorengan pengganjal perut malam itu. Selain itu, dia juga menukar sisa recehannya untuk mendapat sekitar empat lembar uang seribuan. Uang itu dilipatnya lekat-lekat, dan dimasukkan kantong dalam-dalam. Dengan langkah berat, dia keluar dari angkringan itu menembus jalan raya. Gelap dan hitamnya malam menenggelamkan bayangan laki-laki itu di ujung jalan.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia adalah orang yang tidak peduli dengan naiknya BBM. Tidak pernah risau akan desas-desus kenaikan harga BBM yang sudah mengguncang kalangan yang selama ini menikmati subsidi. Karena dia tak memakai satu jenis kendaraan pun untuk mengantarnya mengarungi hari mencari rejeki.</p>
<p style="text-align:justify;">Dia tak perlu memaki dan merengek-rengek dengan kenaikan harga BBM. Dia cuek. Tidak peduli. Tapi dia akan menjerit saat nanti harga kebutuhan bahan pokok melambung tinggi, sesaat setelah BBM merangkak naik. Dia yang akan menjadi orang paling tersiksa dengan drama kenaikan harga BBM. gorengan yang dimakannya, tak akan lagi cukup dibayar dengan uang recehan.</p>
<p style="text-align:justify;">Tenggorokan saya tercekat, rasanya tidak tepat waktunya untuk memanjakan perut saya terlalu kenyang. Segera membayar 2bungkus sego kucing dan segelas josua, yang harganya pasti tak akan sama sampai akhir bulan ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://jauhdimata.com/bbm-di-angkring-an/feed</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
